Samantha dan Vipassana

Meditasi itu prosesnya mirip dengan ketika anda merebus kopi. Pertama kita persiapkan bubuk kopinya dan mendidihkan air. Lalu air yg panas kita tuangkan ke dalam cangkir kopi kita lalu kita diamkan lebih kurang 5-10 menit. Awalnya ampas kopi akan naik membuat kopi itu keruh, terlihat kotor, setelah diam 5-10 menit kopi itu tampak lebih jernih. Namun, ketika kita memasukkan sendok ke dalam cangkir kopi itu ampasnya kembali membuat minuman itu keruh.

Meditasi yang kita latih terus menerus juga menyajikan pola pikiran secara demikian, terutama ketika kita berlatih Samantha Bhavana. Ketika kita memiliki target 1 jam meditasi, pernahkah kita hitung berapa lama kita bisa menenangkan pikiran yg seperti monyet tak bisa diam itu? 5 menitkah, 10 menitkah, atau 15 menit?
Ya seperti kopi itu, ketika didiamkan sebentar maka kopi itu akan tampak jernih. Pikiran pun juga begitu, percaya atau tidak, banyak yang sukses dalam 15 menit pertama 'mengikat monyet itu'. Namun, setelahnya mulai muncul gejolak-gejolak yang mulai kembali memperkeruh batin kita. Mulai dah ingin ini itu, ingin menggaruk, mengganti posisi, itulah yg sering terjadi ketika kita melatih diri dengan Samantha Bhavana.
Tapi, tenanglah, kita bisa memperkokoh batin kita dengan Vipassana Bhavana. Hanya dengan menyadari anicca, dukkha, dan anatta-lah, batin kita menjadi kokoh dan jernih. Gejolak yang muncul kita terima kita sadari. Apa yg muncul pasti akan lenyap. Dengan sadar akan anicca, kita bisa mengurangi penderitaan yang ada didukung dengan keyakinan bahwa tidak adanya keakuan.
Walaupun tampaknya tidak mudah, tapi tidak ada salahnya kita bisa terus berlatih. Awalnya mungkin cuman tahan sejam, next latih lagi tambah 5 menit, selanjutnya 10 menit, mungkin lama-lama bisa 2 jam. Namun, semua nya itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas batin kita. Manfaatnya hanya bisa anda rasakan sendiri kalau anda mau melatih diri.
Sedikit mengutip kembali apa yg disampaikan Sang Buddha kepada putra-Nya:

"Berlatihlah tanpa harus terikat dengan objek-objek tersebut (gejolak batin). Lepaskanlah kesombongan. Dengan itulah, anda bisa mencapai jalan tertinggi yaitu kedamaian."
-Rahula Sutta


Meditasi bersama di SV, dikutip kembali dari anusasana Samanera

Komentar

Postingan Populer