Memberi dalam Dhamma adalah MENAMBAH....

Sering kali setiap individu enggan untuk memberikan sesuatu yang dimilikinya, karena memberi berarti kehilangan apa yg dimilikinya...oleh karena itu, ketika ada yg meminta apa yg dimilikinya, setiap individu harus berpikir dua kali sebelum memberikannya,
.....Dalam ajaran Buddha memberi berarti menambah, memberi yang baik adalah memberi dengan ketulusan, tanpa embel2, tanpa pamrih, ketika kita berhasil melakukan itu, maka kebajikan telah kita lakukan, dan buah kebahagiaan akan kita dapatkan...
ketika kita menyadari hal ini, seharusnya tak ada lagi perasaan enggan ataupun ragu ketika kita mau berdana; berdana tidak harus berdana materi namun tenaga dan ilmu bisa saja diberikan demi kepentingan banyak orang...bukan juga hanya untuk Anggota Sangha, namun juga dana bisa diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan dengan ketulusan hati...memberi yang baik juga bukan untuk memanjakan orang lain...
di Mangala Sutta, tertulis bahwa:
Dānañ ca dhammacariyā ca
Ñātakānañ ca saṅgaho
Anavajjāni kammāni
Etam maṅgalamuttamaṁ

Berdana dan hidup sesuai dengan Dhamma 
Menolong sanak keluarga 
Bekerja tanpa cela 
Itulah Berkah Utama

Jadi mulai sekarang jangan enggan2 untuk memberi kepada yg membutuhkan dengan ketulusan hati, tanpa maksud tertentu, tanpa embel2, tanpa pamrih, namun boleh dengan bekal harapan bahwa dengan pemberian ini semoga semua makhluk hidup berbahagia...jangan memberi hanya karena ingin menonjolkan 'AKU YG MEMBERI' tapi ganti dengan kata 'PEMBERIAN', karena sebenarnya tiada yg namanya aku...
paling tidak, bagi sang pemberi bisa merasakan kebahagiaan begitu pula dengan yg diberi, orang yg memberi dengan tulus sudah mnabung kamma baik untuk bisa terlahir / bahagia di kehidupan mendatang ataupun sebagai bekal bagi org yg dibantu...seperti yg tertulis di bawah ini:
“Ketika mereka memberi dengan keyakinan Dengan hati percaya, Makanan kembali kepada [si pemberi] sendiri Baik di dunia ini maupun mendatang.
“Oleh karena itu, setelah melenyapkan kekikiran, Penakluk noda harus memberi. Jasa adalah penopang makhluk hidup [Ketika mereka terlahir] di dunia lain.”
~ SN 1.43: Anna Sutta

Untuk mengakhiri ulasan ini, saya mencantumkan suatu percakapan antara Sang Buddha dengan Devata mengenai hasil dari pemberian yg tulus...
[Devatā:]
“Memberikan apakah seseorang memperoleh kekuatan?
Memberikan apakah seseorang memperoleh kecantikan?
Memberikan apakah seseorang memperoleh kemudahan?
Memberikan apakah seseorang memperoleh penglihatan?
Siapakah pemberi segalanya?
Karena ditanya, jelaskanlah kepadaku.”
[Sang Bhagavā:]

“Memberikan makanan, seseorang memperoleh kekuatan;
Memberikan pakaian, seseorang memperoleh kecantikan;
Memberikan kendaraan, seseorang memperoleh kemudahan;
Memberikan pelita, seseorang memperoleh penglihatan.

“Seorang yang memberikan tempat tinggal
Adalah pemberi segalanya.
Tetapi seorang yang mengajarkan Dhamma
Adalah pemberi Keabadian.”
~ SN 1.42: Kimdada Sutta

Semoga semua makhluk berbahagia, semoga dengan kebaikan yg telah kita lakukan membawa kebahagiaan bagi semuanya, bebas dari penderitaan, bebas dari penyakit...Sadhuuu
Diringkas dari ulasan Samanera Sunnah saat puja bakti kemarin di Samaggi Viriya Minggu 6 OKT 2016

Komentar

Postingan Populer