Lakukan Kebajikkan dengan Tepat
Melakukan Kebajikkan dengan Tepat
*“Kubuka hati ketulusanku,*
*Mencoba tuk memulai,*
*Berdana untuk kepentingan Sangha...*
*Di hari suci Kathina."*
Sepotong lirik lagu indah ini telah disenandungkan untuk memperingati suatu momen yang spesial bagi umat Buddha. Ya benar, momen spesial itu merupakan hari suci Kathina. Hari suci Kathina dimulai dari setelah Bhante menyelesaikan massa vassa dan berakhir saat bulan purnama sidhi selanjutnya, ya persis sebulan. Pastinya banyak umat Buddha mengunjungi vihara untuk melakukan dana 4 kebutuhan pokok Sangha. Seperti yang saya lakukan beberapa hari lalu, saya mengunjungi Vihara Samaggi Jaya, Blitar, Jawa Timur. Sungguh suatu berkah kamma baik, saya disana kembali bisa mendengarkan Dhammadesana yang dibawakan oleh YM. Bhante Uttamo, MT. Ulasan yang dapat saya tuliskan berdasarkan apa yang saya dengarkan lebih kurang demikian:
Kebajikkan akan membawa kebahagiaan bagi pelakunya di masa kini maupun di masa yang akan datang. Kalimat ini lah yang menjadi awal dari Dhammadesana yang disampaikan oleh Bhante. Tepat sekali, orang yang menanam kamma baik dengan berbuat banyak kebajikkan akan memperoleh kebahagiaan. Luar biasanya, Kathina merupakan kesempatan terbesar bagi banyak umat Buddha untuk berdana menyokong kebutuhan para Sangha. Saya menekankan kata Sangha disini karena momen Kathina berbeda dengan kesempatan kita berdana pada hari-hari biasanya. Diluar masa Kathina, umat bisa saja hanya menujukan dananya untuk 1 Bhante, maupun Samanera atau Atthasilani. Pada masa Kathina, hal ini lebih spesial karena dana yang ditujukan kepada 4-5 Bhante, yang disebut dengan anggota Sangha.
Saya memberikan judul ulasan ini dengan melakukan kebajikkan dengan tepat. Mengapa begitu? Sederhana, karena dengan melakukan kebajikkan dengan tepatlah penderitaan akan bisa dihindari. Tepat dalam artian sesuai dengan kualitas yang sepatutnya. Bhante memberikan beberapa kenyataan yang masih saja terjadi ketika seorang umat Buddha melakukan dana ntah berupa makanan maupun kebutuhan pokok lainnya. Tidak semuanya seperti yang akan diceritakan, namun sejujurnya masih ada yang seperti itu. Berdana merupakan latihan terbaik untuk melepas. Ketika anda sudah merelakan dana anda untuk diberikan ke orang lain, itu sudah bukan menjadi hal yang harus dibingungkan. Mau dipakai atau tidak seharusnya bukan masalah. Lucunya, ada loo umat yang berdana makanan kepada Bhante dengan menitipkan pesan kepada Bhantenya, Bhante itu saya masak spesial loo untuk Bhante, dimakan ya Bhante. Bukan cuman 1, ada lagi yang seperti itu biasanya, repotnya lagi mereka ingat loo kalau makanannya cuman dimakan sedikit atau bahkan tidak dimakan.
Begitu Bhantenya selesai makan, ditanyakan kok makanannya tidak dimakan atau kok hanya dimakan sedikit. Ada juga ibu-ibu yang berdana makanan dan berkata, makanan ini saya masak khusus untuk Bhante, bahkan suami saya saja belum pernah saya masakkan seperti ini, tolong Bhante makan ya. Ini hal lucu dan membingungkan. Seorang Bhante itu juga manusia. Kalau makanannya banyak mana mungkin bisa dihabiskan semua, bahkan kadang memang ada yang tidak tercicipi karena tidak muat. Kasus lain, masih berputaran sekitar umat wanita nih, kadang kala umat wanita itu daya ingatnya luar biasa. Suatu ketika, ada seorang ibu berdana jubah kepada Bhante. Beberapa hari kemudian, dia bertemu Bhante lagi dan bertanya, loo Bhante, kok jubahnya yang saya berikan tidak dipakai? Ada juga ibu-ibu yang ingat kalau jubahnya Bhante belum ganti 3 hari. Apakah dengan cara seperti demikian anda telah melakukan dana dengan tepat?
Kalau dilihat dari niatan, niat ibu-ibu itu sudah baik karena ingin berdana makanan untuk Bhante. Tapi niat itu menjadi kurang sempurna karena masih diliputi kemelekatan. Ketika kita telah mendanakan makanan untuk Bhante, hendaknya kita tidak meliputi diri kita dengan kemelekatan. Ntah nantinya Bhante mencicipi atau tidak bukan suatu masalah. Jika masih ada kemelekatan bukan kebahagiaan yang kita dapatkan melainkan penderitaan karena kekecewaan. Begitu pula halnya dengan dana jubah, jubah dan kebutuhan pokok lainnya adalah untuk menopang kehidupan Sangha. Tidak berarti semua yang diterima akan langsung dipakai oleh Bhante yang menerima. Hal ini tampak sepele, tapi kalau kita tidak bisa melepaskan kemelekatan tersebut dana kebajikkan kita tidak akan sempurna dan penderitaan akan menghampiri kita. Maka dari itu, untuk bisa menghasilkan kualitas dana yang sempurna yang pertama harus diingat adalah berdanalah tanpa kemelekatan. Berdanalah dengan penuh keyakinan sehingga kebahagiaan dan kepuasan akan benar-benar terwujud.
Masih seputar dana makanan, kadang kala ada umat yang kurang menyukai sosok Bhante X, maka ketika Bhante X dan Bhante Y yang lebih disukai hadir, masakan untuk Bhante Y bisa saja lebih enak dan lebih banyak. Apalagi kalau yang hadir bukan Bhante, kadang kala ada juga loo yang enggan untuk berdana. Ini kenyataan bukan karangan belaka. Jikalau dari awal memang telah berniat untuk melakukan perbuatan baik, jangan pilih-pilih dan membeda-bedakan. Berdanalah dengan sungguh-sungguh kepada siapapun yang membutuhkan, ntah disukai ataupun tidak. Hal ini akan melengkapi kualitas kebajikkan kita.
Yang berikutnya adalah ketika anda berdana lihatlah benar-benar kebutuhan orang yang anda tuju. Kalau kebutuhannya memang makanan berikanlah makanan. Kalau kebutuhannya lebih ke materi, sisihkan sedikit materimu untuk orang tersebut. Tapi, kalau anda berdana jam tangan kepada seorang Bhante, kira-kira pas tidak? Bhante-nya sih tidak akan komen apa-apa maupun menolak. Tapi, hal yang lucu kan kalau terjadi demikian adanya? Maka, untuk bisa merealisasi kualitas dana yang ini, kita harus berdana dengan bijaksana. Bijaksana dalam hal ini ya tak lain adalah memahami benar-benar kebutuhan orang yang akan kita berikan dana.
Kualitas-kualitas ini adalah pokok dasar yang harus kita sadari sebagai umat Buddha. Tampaknya mudah, tapi realitanya butuh kesadaran penuh untuk bisa memenuhi kualitas tersebut. Ketika anda telah mampu melatih diri dengan kualitas-kualitas di atas, ada hal lain yang perlu anda ingat. Dengan melakukan kebajikkan apapun dengan sungguh-sungguh anda bisa mendapatkan kebahagiaan bukan hanya saat ini tapi juga di masa yang akan datang. Tak ada yang tahu buah kamma baik apa yang akan berbuah nantinya. Ketika anda mampu dan rajin berdana, berbuat baik kepada Sangha, patut anda renungkan apakah sama dengan yang anda lakukan untuk sekitar anda dalam kehidupan sehari-hari? Kualitas sebagaimana adanya yang anda berikan kepada orang-orang terdekat anda?
Menyokong kehidupan seorang Bhante maupun Sangha merupakan suatu perbuatan baik yang begitu luar biasa. Tapi kalau di rumah, anda tidak melakukan kualitas yang sama untuk keluarga anda, untuk peliharaan anda, untuk pembantu anda, hal baik menjadi kurang sempurna. Hidup itu hendaknya seimbang, walau ada sisi baik dan sisi buruknya. Rajin berbuat baik kepada Sangha, begitu pula yang harusnya dilakukan untuk orang terdekat. Jika anda adalah orang tua, lakukan hal yang terbaik untuk anak anda. Lakukan juga hal yang baik untuk pasangan anda. Bukan berarti anda juga harus mendanakan jubah kepada pasangan atau anak anda. Tapi kalau anda tahu dan sadar akan kebutuhan pokok para Bhante, hendaknya anda juga tahu dan paham betul kebutuhan pokok keluarga anda. Jangan sampai malah terbengkalai. Jangan sampai anak anda sendiri kekurangan makan. Bukan hanya dalam lingkungan keluarga, kepada teman, kepada orang yang membutuhkan, berikan yang terbaik bagi mereka. Kalau mereka tidak butuh makanan, mungkin anda bisa berbagi ilmu, berbagi tenaga. Bahkan berbagi senyuman itu juga merupakan dana yang luar biasa.
Momen baik dalam masa Kathina adalah pengingat bagi anda untuk bisa melakukan perbuatan baik bukan hanya di dalam vihara tapi juga di kehidupan sehari-hari anda. Tekadkan dalam diri anda suatu keyakinan bahwa saya berbuat baik mulai hari ini dan untuk seterusnya. Saya berbuat baik tanpa kemelekatan karena apa yang telah saya berikan bukan lagi milik saya. Jangan pernah menyesali apa yang telah anda berikan. Saya berbuat baik untuk siapapun tanpa membeda-bedakan. Berbuat baiklah dengan bijaksana, tahu apa yang benar-benar menjadi kebutuhan orang lain. Hanya dengan kualitas seperti ini, perbuatan baik apapun yang anda lakukan benar-benar akan berbuah kebahagiaan di masa kini maupun di masa yang akan datang.
Ingat, kadang kala apa yang kita kehendaki tidak selalu sama dengan yang dikehendaki orang lain. Maka dari itu, kebajikkan bisa berupa apapun, tapi melakukannya dengan tepat adalah PR bagi kita supaya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Semoga dengan sedikit ulasan yang bisa saya tuliskan bisa memberikan suatu wawasan baru yang menjadikan kita lebih baik dan semakin semangat dalam berlatih. Semoga semua makhluk hidup, berbahagia...(Dhammadesana YM. Uttamo, MT, Kathina Puja Vihara Samaggi Jaya, Blitar, Sabtu 26-10-2019)
Komentar
Posting Komentar